Home  |   Berita  |   Hikmah  |   Konsultasi  |   Suara Anda  |   Kajian  |   Kisah Muallaf  |   Kegiatan  |   Info  |   Galeri  |   Proposal
kajian
12/03/2009 21:02:33

Nubuat Nabi Muhammad SAW dalam Alkitab

I .   PENDAHULUAN

           

            Salah seorang ilmuan dari Amerika yang bernama MICHAEL H. HART pernah menulis sebuah buku yang sangat menggemparkan dunia. Buku itu di beri judul " The 100, a ranking of the most influential persons in history " (Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah). Dari seratus Tokoh besar dunia yang paling beliau kagumi sebagaimana telah dicantumkan nama-namanya di dalam buku tersebut, justru Nabi Muhammad saw berada pada urutan pertama. Tentu hal ini sangat mengagumkan karena penulisnya bukanlah penganut agama Islam. Berikut ini pernyataan beliau;

            Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad saw dalam ranking pertama daftar Seratus Tokoh yang paling berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

            Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia yakni agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar. Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Makkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhammad seorang buta hurup. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tidak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.

            Inilah diantara isi tulisan Michael H. Hart tentang Nabi Muhammad saw, yang secara jujur telah mengakui kebesaran beliau. Memang kalau kita baca dalam sejarah, umumnya manusia menjadi besar karena beberapa kelebihan yang mereka miliki atau paling tidak karena dibesarkan oleh lingkungan keluarganya. Tetapi tidak demikian dengan kehidupan Nabi Muhammad saw, beliau besar bukan karena dibesarkan keluarga sebab lahirnya saja sudah yatim, tapi beliau besar karena dibesarkan oleh Allah SWT yang dipilih menjadi salah seorang Duta-Nya kepada manusia.

 

II.    PEMBAHASAN

 

            Nubuat secara bahasa artinya kenabian, sedangkan menurut istilah adalah informasi atau berita tentang kedatangan Nabi akhir zaman yang akan datang. Jadi nubuat Nabi Muhammad dalam Al-Kitab berarti adanya berita kenabian Muhammad saw sebelum kelahirannya. Sinyalemen itu dapat kita baca dalam Bibel perjanjian lama dan perjanjian baru dan juga diulangi dalam Al-Qur'an di beberapa ayat.

 

Sinyalemen pertama dapat kita jumpai dalam Al-Qur'an sendiri, di mana Al-Qur'an menyatakan dalam beberapa ayatnya bahwa Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad saw telah mengatakan kepada umatnya masing-masing akan datangnya seorang Nabi akhir zaman yang akan menyerukan agama Allah untuk semua bangsa. Dan karena diantara kitab-kitab suci sebelum Al-Qur'an yang paling dikenal masih mengandung bagian-bagian wahyu Allah (walaupun bagian lainnya telah dinodai oleh tangan manusia) ialah Taurat dan Zabur dalam perjanjian lama serta Injil dalam perjanjian baru, maka dari dalam kitab-kitab itulah nubuat Nabi Muhammad akan kita bicarakan di sini.

 

Sinyalemen dari ayat-ayat Al-Qur'an itu kita dapatkan banyak misalnya ;

 

ูˆูŽุฅู?ุฐู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู? ู…ู?ูŠุซูŽุงู‚ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจู?ูŠู‘ู?ูŠู†ูŽ ู„ูŽู…ูŽุง ุขุชูŽูŠู’ุชู?ูƒู?ู…ู’ ู…ู?ู†ู’ ูƒู?ุชูŽุงุจู? ูˆูŽุญู?ูƒู’ู…ูŽุฉู? ุซู?ู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽูƒู?ู…ู’ ุฑูŽุณู?ูˆู„ูŒ ู…ู?ุตูŽุฏู‘ู?ู‚ูŒ ู„ู?ู…ูŽุง ู…ูŽุนูŽูƒู?ู…ู’ ู„ูŽุชู?ุคู’ู…ู?ู†ู?ู†ู‘ูŽ ุจู?ู‡ู? ูˆูŽู„ูŽุชูŽู†ู’ุตู?ุฑู?ู†ู‘ูŽู‡ู? ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฑู’ุชู?ู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฎูŽุฐู’ุชู?ู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ู?ูƒู?ู…ู’ ุฅู?ุตู’ุฑู?ูŠ ู‚ูŽุงู„ู?ูˆุง ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฑู’ู†ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู?ูŽุงุดู’ู‡ูŽุฏู?ูˆุง ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽูƒู?ู…ู’ ู…ู?ู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ู?ุฏู?ูŠู†ูŽ

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya".  (QS. 3 : 81)

 

ุงู„ู‘ูŽุฐู?ูŠู†ูŽ ูŠูŽุชู‘ูŽุจู?ุนู?ูˆู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุณู?ูˆู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจู?ูŠู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃู?ู…ู‘ู?ูŠู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐู?ูŠ ูŠูŽุฌู?ุฏู?ูˆู†ูŽู‡ู? ู…ูŽูƒู’ุชู?ูˆุจู‹ุง ุนู?ู†ู’ุฏูŽู‡ู?ู…ู’ ู?ู?ูŠ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุฑูŽุงุฉู? ูˆูŽุงู„ู’ุฅู?ู†ู’ุฌู?ูŠู„ู? ูŠูŽุฃู’ู…ู?ุฑู?ู‡ู?ู…ู’ ุจู?ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑู?ูˆู?ู? ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽุงู‡ู?ู…ู’ ุนูŽู†ู? ุงู„ู’ู…ู?ู†ู’ูƒูŽุฑู? ูˆูŽูŠู?ุญู?ู„ู‘ู? ู„ูŽู‡ู?ู…ู? ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ู?ุจูŽุงุชู? ูˆูŽูŠู?ุญูŽุฑู‘ู?ู…ู? ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู?ู…ู? ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุงุฆู?ุซูŽ ูˆูŽูŠูŽุถูŽุนู? ุนูŽู†ู’ู‡ู?ู…ู’ ุฅู?ุตู’ุฑูŽู‡ู?ู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุบู’ู„ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู‘ูŽุชู?ูŠ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู?ู…ู’ ู?ูŽุงู„ู‘ูŽุฐู?ูŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ู?ูˆุง ุจู?ู‡ู? ูˆูŽุนูŽุฒู‘ูŽุฑู?ูˆู‡ู? ูˆูŽู†ูŽุตูŽุฑู?ูˆู‡ู? ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนู?ูˆุง ุงู„ู†ู‘ู?ูˆุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐู?ูŠ ุฃู?ู†ู’ุฒู?ู„ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู? ุฃู?ูˆู„ูŽุฆู?ูƒูŽ ู‡ู?ู…ู? ุงู„ู’ู…ู?ู?ู’ู„ู?ุญู?ูˆู†ูŽ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. {1} Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7 : 157)

 

ูˆูŽุฅู?ุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนู?ูŠุณูŽู‰ ุงุจู’ู†ู? ู…ูŽุฑู’ูŠูŽู…ูŽ ูŠูŽุง ุจูŽู†ู?ูŠ ุฅู?ุณู’ุฑูŽุงุฆู?ูŠู„ูŽ ุฅู?ู†ู‘ู?ูŠ ุฑูŽุณู?ูˆู„ู? ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู? ุฅู?ู„ูŽูŠู’ูƒู?ู…ู’ ู…ู?ุตูŽุฏู‘ู?ู‚ู‹ุง ู„ู?ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู‘ูŽ ู…ู?ู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุฑูŽุงุฉู? ูˆูŽู…ู?ุจูŽุดู‘ู?ุฑู‹ุง ุจู?ุฑูŽุณู?ูˆู„ู? ูŠูŽุฃู’ุชู?ูŠ ู…ู?ู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู?ูŠ ุงุณู’ู…ู?ู‡ู? ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู? ู?ูŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽู‡ู?ู…ู’ ุจู?ุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ู?ู†ูŽุงุชู? ู‚ูŽุงู„ู?ูˆุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุณู?ุญู’ุฑูŒ ู…ู?ุจู?ูŠู†ูŒ

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (QS. 61 : 6)

 

ุงู„ู‘ูŽุฐู?ูŠู†ูŽ ุขุชูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู?ู…ู? ุงู„ู’ูƒู?ุชูŽุงุจูŽ ูŠูŽุนู’ุฑู?ู?ู?ูˆู†ูŽู‡ู? ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ุฑู?ู?ู?ูˆู†ูŽ ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุกูŽู‡ู?ู…ู’ ูˆูŽุฅู?ู†ู‘ูŽ ู?ูŽุฑู?ูŠู‚ู‹ุง ู…ู?ู†ู’ู‡ู?ู…ู’ ู„ูŽูŠูŽูƒู’ุชู?ู…ู?ูˆู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูŽ ูˆูŽู‡ู?ู…ู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู?ูˆู†ูŽ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad {1} seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. QS. 2 : 146)

 

           Inilah beberapa ayat dalam Al-Qur'an tentang Nubuat Nabi Muhammad saw sebelum kelahirannya. Sekarang mari kita buktikan berita kedatangan Nabi Muhammad dalam Al-Kitab baik perjanjian lama maupun perjanjian baru.

 

NUBUATNYA NABI IBRAHIM (ABRAHAM)

 

           Nabi Ibrahim (Abraham) adalah bapak para Nabi (Abul-Anbiya'). Beliau juga khalilullah (kekasih Allah) yang diberkati sesuai dengan ayat :

Berfirmanlah Tuhan kepada Abraham: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abraham seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abraham berumur tujuh puluh ketika ia berangkat dari Haran. (Kej.12:1-4)

          Siapakah yang dimaksud oleh Allah keturunan Nabi Ibrahim yang selalu memberkati namanya? Itulah isyarat akan kedatangan Nabi Muhammad SAW karena hanya beliau dan umatnya yang selalu memberkatinya dengan membaca shalawat.

 

NUBUAT NABI MUSA a.s

 

           Allah juga telah menginformasikan kepada Nabi Musa a.s. tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW sesudahnya, Firman Allah :

           Seorang Nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan Nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggung jawaban (Ulangan 18:18-19).

           Dan Nabi yang seperti Musa dikenal berhadapan muka dengan Tuhan tidak ada lagi yang dibangkitkan dari bangsa Israel melainkan dari bangsa Arab (Ulangan 34:10)

           Berdasarkan dalil di atas, ini merupakan berita akan kelahiran Nabi Muhammad SAW karena Allah sudah mengatakan kepada Musa bahwa kelak Dia akan membangkitkan seorang nabi sesudah Musa yang ciri-cirinya sebagai berikut:

1.                Nabi yang akan datang itu berasal dari kalangan saudara Bani Israel. Siapakah yang dimaksud saudara Bani Israel itu? Tentunya bukan orang Israel melainkan Bani Ismail karena Ismail adalah saudara Ishak, leluhur Israel.

2.                Nabi itu sama ciri-cirinya seperti Musa. Diantara beberapa persamaan ciri-cirinya adalah: Musa lahir normal punya ayah dan ibu sementara Nabi Muhammad SAW juga sama, pernah menggembala kambing diwaktu remaja, pernah perang melawan rezim penguasa, pernah hijrah dan pernah berdialog dengan Tuhan.

3.                 Allah menaruh firman didalam mulutnya maksudnya adalah Nabi yang akan diutus itu selalu mengucapkan firman Tuhan dengan menyebut nama Allah yaitu Bismillahir rahmanir rahim dan dia tidak pernah berbicara dengan hawa nafsunya melainkan berdasarkan wahyu yang telah diwahyukan.(QS.53:3-4)

4.                 Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

5.                 Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

 

NUBUAT NABI YESAYA

 

          Nabi Yesaya menggambarkan bahwa Nabi yang akan datang itu adalah buta huruf

          Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan:" Baiklah baca ini" maka ia akan menjawab:"Aku tidak dapat membaca." (Yesaya 29:12)

          Sinyalemen Nabi Yesaya tersebut terpenuhi oleh Nabi Muhammad SAW karena beliau ketika di Gua Hira didatangi Jibril dan berkata "iqro'" (bacalah), Muhammad menjawab"aku tidak dapat membaca".

         Termasuk juga mengenai hijrah Nabi Muhammad SAW.dinubuatkan oleh Nabi Yesaya dalam kitabnya:

          Ucapan ilahi terhadap Arabia, Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Temah, keluarlah! Bawalah air kepada orang yang haus. Pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan kedar akan habis. (Yesaya :21:13-16).

           Karena membaca ayat tersebut , Waraqah bin Naufal seorang rahib yang masih lurus dan juga sebagai paman Khadijah istri Nabi Muhammad SAW., menegaskan bahwa peristiwa datangnya Jibril ke Gua Hira itu adalah sebagai pengangkatan beliau menjadi rasul. Maka Waraqah memastikan bahwa suatu saat Muhammad akan diusir oleh kaumnya sendiri dari Makkah.

            Sedangkan Kafilah orang Dedan, yang dimaksud dalam ayatini adalah para sahabat Rasulullah SAW., (Kaum Muhajirin). Tanah Temah adalah Madinah atau Yatsrib, dan Kedar adalah orang-orang Quraisy keturunan Nabi Ismail.

 

NUBUAT NABI ISA a.s.  

 

             Namun benar  yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Nabi penghibur itu tidak akan datang kepadamu.Tapi jikalau aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsyapkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa karena mereka tetap tidak percaya kepadaku; akan kebenaran karena aku akan pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat aku lagi; akan penghakiman karena penguasa dunia ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu , tetapi sekarang kamu belum dapat menangungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu kedalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya daripadaku. (Injil Yohanes 16 : 7-14).

             Jadi, dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak ayat-ayat dalam al-Kitab yang meramalkan kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman, tetapi sayang sebahagian besar orang-orang Yahudi dan Nasrani mendustakan kebenaran itu padahal mereka tahu dan termaktub dalam kitab sucinya. Itu sebabnya yang mula-mula mengetahui tanda kenabian pada diri Rasulullah SAW itu adalah seorang pendeta yang bernama Bahira ketika berjumpa dengan nabi di syam bersama pamannya Abu Thalib dalam sebuah perdagangan , yang waktu itu usia nabi masih belasan tahun , Bahira melihat dari kejauhan, Nabi Muhammad SAW diikuti oleh awan yang menyelimuti beliau dari terik matahari dan setelah berjumpa Bahira meminta kepada Rasulullah supaya membuka bajunya lalu nampaklah dipunggung nabi ada tanda kenabian seperti yang tertera didalam kitab sucinya. Maka celakalah orang-orang yang mendustakan kerasulan beliau, sebagaimana dalam sabdanya: " Demi Allah yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, tidak ada salah seorang diantara umatku ini yang telah mendengarkan perkataanku baik langsung maupun tidak langsung, apakah itu orang-orang Yahudi atau Nasrani kemudian mereka mati dan belum pernah beriman kepada kerasulanku melainkan kelak mereka menjadi penghuni neraka jahannam. (al-Hadits) Wallahu a'lam bishshowab.

 


Kajian
» PENGARUH AKIDAH DALAM KEHIDUPAN
» Menyoal Otentisitas Alkitab
» Nubuat Nabi Muhammad SAW dalam Alkitab
» Urgensi Mempelajari Kristologi
» Toleransi Antar-Umat Beragama dalam Pandangan Islam
hikmah
» MENUJU HAJI MABRUR II
» MENUJU HAJI MABRUR I
» MENGUPAYAKAN KEBAJIKAN